Berikutadalah beberapa alat ukur yang digunakan dalam proses pengukuran besaran fisika. 1. Alat ukur panjang. Alat ukur panjang terdiri dari beberapa jenis seperti meteran lipat (pita), mistar, jangka sorong, dan mikrometer dan masing-masing mempunyai tingkat ketelitian yang berbeda. a.
AYOINDONESIACOM-- Berikut ini kunci jawaban Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA Kurikulum Merdeka kelas 10 SMA dan SMK aktivitas 1.3 Bagian B halaman 10 sampai 11 tentang Mikrometer Sekrup. Artikel ini dibuat guna membantu siswa SMA dan SMK kelas 10 dalam memahami materi dan menyelesaikan soal-soal pelajaran. Pada pembahasan kali ini, siswa akan belajar mengenai "Pengukuran dalam Kegiatan Kerja
Daripercobaan/praktikum yang kami lakukan, kami dapat menuliskan hasilnya dengan melalui 2 alat ukur yang kami lakukan diantaranya: 1. Jangka sorong. Batas ukur : 0-1 mm. Jumlah skala : 10. NST su : 1 mm. Jumlah skala noniuus : 20. NST jangka sorong : (batas ukur)/ (jumlah skala utama) 1/20= 0,05 mm.
Sigmatatau jangka sorong ini dapat digunakan untuk mengukur suatu benda yang membutuhkan hasil pengukuran yang presisi dengan keakuratan yang sangat tinggi, sampai dengan seperseratus milimeter. Sigmat atau jangka sorong yang memiliki ukuran panjang 12 inch (30cm) atau kurang, memiliki keakuratan mencapai 0,02mm.
Denganmenggunakan jangka sorong jenis ini, akan lebih memudahkan dan mempercepat mengukur benda-benda. Bagian rahang luar memiliki fungsi untuk mengukur diameter bagian dalam, sisi dalam, ketebalan, dan lebar suatu benda. Hasil pengukuran diperoleh dengan menambahkan nlai skala utama dan nilai skala nonius, sehingga hasil pengukurannya
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Jakarta - Jangka sorong adalah sebuah alat ukur yang memiliki ketelitian lebih akurat dibandingkan dengan mister sampai 0,1 mm atau 0,01 cm. Alat ini juga biasanya digunakan untuk mengukur diameter suatu benda dan kedalamannya. Hal ini dikutip dari buku Fisika Interaktif Kelas X IPA oleh Efrizon dalam E-Modul Fisika KElas X, berikut ini adalah bagian-bagian dari jangka sorong1. Rahang dalam, yang terdiri atas rahang geser dan rahang tetap untuk mengukur diameter luar dan ketebalan Rahang luar, yang terdiri atas rahang geser dan rahang tetap untuk mengukur diameter dalam dan ketebalan Depth probe atau untuk mengukur kedalaman4. Skala utama dalam cm5. Skala utama dalam inchi6. Skala nonius dalam mm7. Skala nonius dalam inchi8. Pengunci, yang berfungsi untuk menahan bagian saat proses pengukuran sedang sumber lain dalam buku IPA Terpadu Jilid 1 A oleh Mikrajuddi dkk, jangka sorong ini memiliki dua fungsi yang umum diketahui, yaitu1. Digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang sisi luar dari suatu benda. Contohnya adalah ketika mengukur diameter kawat atau tebal dari pelat Bisa digunakan sebagai alat ukur untuk panjang sisi dalam suatu benda. Contohnya adalah mengukur diameter pipa atau UkurMasih mengutip buku yang sama di atas, cara mengukur dengan alat ini adalah dengan• Tentukan pembacaan skala tetap sejajar dengan angka nol pada skala nonius.• cari garis pada skala nonius yang tepat, berimpit pada salah satu garis skala tetap.• Jumlahkan kedua hasil pengukuran sehingga bisa diperoleh panjang benda yang soal dan pembahasanDikutip dari E-Modul Fisika Kelas X, berikut ini adalah contoh soal untuk materi jangka sorongTentukan hasil pengukuran berdasarkan gambar berikut!Jangka Foto Dok. Buku KemendikbudPembahasanDari gambar tersebut, maka diketahui bacaan skala Skala Utama = 3,7 cmSkala Nonius = 23 x 0,002 cm = 0,046 cmMaka, hasil pengukurannya adalah = 3,7 cm + 0,046 cm= 3,746 cmDemikianlah pembahasan mengenai jangka sorong yang bisa diketahui. Semoga bermanfaat ya detikers! Simak Video "Konsep Multiverse dalam Sudut Pandang Agama" [GambasVideo 20detik] nwy/nwy
Yuk, belajar tentang bagian-bagian jangka sorong, fungsi, serta cara mengukur, membaca, dan menghitung menggunakan jangka sorong di artikel Fisika kelas 10 berikut ini. — Ketika kamu mau mengukur berat badan, yang kamu cari pasti timbangan badan. Untuk mengukur waktu, alat yang kamu butuhin pasti jam. Untuk mengukur suhu, kamu bisa gunakan termometer. Nah, kalo alat ukur panjang, yang pertama kali di pikiranmu apa? pasti kebanyakan dari kalian jawab mistar atau penggaris kan? Bahkan kalau kamu buka tempat pensil sekarang, mungkin penggaris ada di situ bareng sama alat tulis lainnya. Bentuknya yang simple dan mudah dibawa, nggak salah sih, penggaris jadi alat ukur panjang yang paling eksis sampai sekarang. Eh tapi, kalo kamu mau ukur diameter cincin, emang bisa pake penggaris? Duh, nggak bisa kan. Makanya penggaris cukup terbatas ya, dia umumnya dipakai untuk mengukur benda yang permukaannya berupa bidang datar aja, salah satu contohnya kertas. Padahal, manusia juga butuh alat untuk mengukur panjang benda nggak cuma berbidang datar. Contohnya yang tadi, mengukur diameter luar/dalam suatu benda. Untuk itu, manusia butuh alat ukur panjang yang lebih detail lagi, salah satunya yaitu jangka sorong. Waktu kelas 7 dulu, kamu pernah belajar jenis-jenis alat ukur panjang. Mungkin di antara kamu udah knal sama jangka sorong ini ya. Tapi, yang bakal kita bahas kali ini lebih mendalam dari SMP dulu. Nah, buat kamu yang belum tau bagian-bagian jangka sorong, sampai cara membacanya, tenang aja! Karena itu semua akan diulas secara lengkap di artikel ini. Yuk cek pembahasannya! Pengertian Jangka Sorong Apa itu jangaka sorong? Jangka sorong adalah alat untuk mengukur panjang, diameter luar maupun diameter dalam suatu benda. Selain itu, bisa juga untuk mengukur kedalaman lubang atau bangun ruang, misalnya tabung. Nah, jangka sorong lebih dipakai untuk mengukur benda yang ukurannya kecil dan nggak bisa diukur pakai penggaris. Jadi bisa dibilang tingkat ketelitian jangka sorong lebih tinggi dari penggaris. Baca Juga Apa Bedanya Besaran, Satuan, dan Dimensi dalam Pengukuran Fisika? Tingkat ketelitian yang dimaksud adalah nilai skala terkecil yang bisa diukur ya! Kalo gitu, berapa sih nilai skala terkecil jangka sorong? Jadi, nilai skala terkecil untuk jangka sorong adalah 0,01 cm atau 0,1 mm, berbeda sama penggaris 0,1 cm atau 1 mm. Hal itulah yang menjadi kelebihan jangka sorong. Selain itu, karena ukurannya yang pas dan mudah dibawa kemana-mana, jangka sorong jadi alat ukur andalan para pekerja di bidang teknik loh! Bagian-Bagian Jangka Sorong Jangka sorong terbagi jadi dua bagian ya, rahang tetap dan rahang geser. Berbeda dari penggaris yang cuma punya satu skala pembacaan, jangka sorong punya dua skala. Skala nya terdiri dari skala utama dan skala vernier atau yang biasa dikenal dengan skala nonius. Skala utama lebih panjang dan letaknya ada di rahang tetap. Kalau skala nonius itu skala pendek yang ada di rahang geser. 1. Rahang Dalam Rahang dalam terdiri dari rahang geser dan rahang tetap. Fungsinya untuk mengukur bagian dalam, seperti diameter lubang atau celah. Seperti gambaran di bawah ini Rahang dalam pada jangka sorong Sumber Upadhyay via Youtube 2. Rahang Luar Rahang luar terdiri dari dua rahang juga yaitu geser dan tetap. Fungsinya untuk mengukur bagian luar, seperti diameter, lebar, atau panjang benda. Rahang luar pada jangka sorong Sumber Upadhyay via Youtube Baca Juga Ini Dia Bedanya Besaran Pokok dan Besaran Turunan! 3. Tangkai Ukur Kedalaman Tangkai ukur kedalaman memiliki fungsi untuk mengukur kedalaman lubang suatu benda. Tangkai ukur kedalaman pada jangka sorong Sumber Upadhyay via Youtube 4. Skala Utama Skala utama memiliki fungsi untuk menyatakan hasil ukuran utama, biasanya dinyatakan dalam satuan cm atau inci. Umumnya panjang skala utama 15 – 17 cm. 5. Skala Nonius Skala nonius memiliki fungsi untuk menambahkan tingkat akurasi ekstra pada pengukuran. Biasanya dinyatakan dalam satuan mm atau inchi. 6. Baut pengunci Baut pengunci memiliki fungsi untuk menahan rahang pada tempatnya, agar objek bisa ditahan/tidak terlepas dan skala tidak bergeser saat akan mengukur. Setelah kenalan sama semua bagian jangka sorong, aku mau ajak kamu belajar cara untuk menggunakan jangka sorong dan cara membacanya. Sayang banget kan, kalo udah tau bagian-bagiannya tapi nggak ngerti cara pemakaiannya. Yuk langsung aja kita bahas! Cara Menggunakan dan Membaca Jangka Sorong Secara umum cara menggunakan jangka sorong untuk mengukur panjang atau diameter luar suatu benda adalah seperti ini Cara menggunakan jangka sorong Sumber via Youtube 1. Cek dan pastikan bahwa pada saat kedua rahang tertutup, skala menunjukkan angka nol. Tujuannya supaya nggak ada kesalahan pengukuran, yang biasa disebut dengan zero error. 2. Kendurkan baut pengunci dan tarik rahang geser ke kanan. Tarik sampai benda yang ingin diukur bisa pas ditempatkan diantara 2 rahang tetap dan geser. 3. Letakkan benda yang akan diukur di antara kedua rahang. Pastikan juga posisinya sudah sesuai ya. 4. Tarik rahang geser ke kiri sampai mengapit benda yang mau diukur. Lalu, putar baut pengunci sampai terdengar suara “klik”. 5. Baca dan hitung hasil pengukuran yang diperoleh. Nah untuk membaca dan menghitung pengukuran jangka sorong, caranya gampang banget. Kita coba langsung masuk ke contoh soal ya! Segitu dulu ya, pembahasan tentang jangka sorong! Eits, tapi masih banyak lho, alat ukur lainnya yang bisa kamu pelajari juga. Nah, untuk alat ukur lainnya, kamu bisa belajar di ruangbelajar! Ada banyak banget video pembelajaran yang bisa kamu dapetin, ditambah latihan soal yang selalu update. Pokoknya seru banget, deh! Referensi Nurachmandani, S. 2009. Fisika 1 Untuk SMA/MA kelas X. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Gambar Pierre Vernier’ [Daring]. Tautan Diakses tanggal 27 April 2021.
Jangka sorong adalah alat ukur yang mampu mengukur jarak, kedalaman, maupun diameter dalam’ suatu objek dengan tingkat akurasi dan presisi yang sangat baik ±0,05 mm. Hasil pengukuran dari ketiga fungsi alat tersebut dibaca dengan cara yang sama. Alat ini dipakai secara luas pada berbagai bidang industri enjiniring teknik, mulai dari proses desain/perancangan, manufaktur/pembuatan, hingga pengecekan akhir produk. Alat ini dipakai luas karena memiliki tingkat akurasi dan presisi yang cukup tinggi, mudah digunakan, mudah dibawa-bawa, dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Karena alasan inilah jangka sorong lebih disukai insinyur enjinir dibandingkan alat ukur konvensional seperti penggaris. Bagian-bagian Jangka Sorong Bagian-bagian jangka sorong terdiri dari skala baca yang tercetak pada badan alat ini sama seperti skala baca/angka-angka di penggaris yang dapat diatur berdasarkan letak “rahang” jangka sorong; terdapat dua pasang rahang, yakni sepasang rahang luar atau rahang bawah untuk mengukur jarak pengukur utama dan sepasang rahang dalam atau rahang atas untuk mengukur diameter dalam’ contohnya mengukur diameter dalam pada cincin. Kedua pasang rahang tersebut dapat digerakkan untuk pengukuran, jarak antar rahang untuk kedua pasang rahang tersebut dapat dibaca dengan cara yang sama. Selain itu pula, terdapat tangkai ukur kedalaman yang pergerakannya diatur dengan cara menggerakkan rahang. Karena ketiga bagian-bagian jangka sorong tersebut saling bergerak bersamaan, maka ketiga fungsi tersebut pengukurannya dibaca/dihitung dengan cara yang sama. Untuk lebih jelasnya, bagian-bagian jangka sorong dapat dilihat pada gambar dibawah ini Sumber gambar Cara Membaca Jangka Sorong Perhatikan hasil pengukuran diatas. Cara membaca jangka sorong untuk melihat hasil pengukurannya hanya dibutuhkan dua langkah pembacaan Membaca skala utama Lihat gambar diatas, 21 mm atau 2,1 cm garis merah merupakan angka yang paling dekat dengan garis nol pada skala vernier persis di sebelah kanannya. Jadi, skala utama yang terukur adalah 21mm atau 2,1 cm. Membaca skal vernier Lihat gambar diatas dengan seksama, terdapat satu garis skala utama yang yang tepat bertemu dengan satu garis pada skala vernier. Pada gambar diatas, garis lurus tersebut merupakan angka 3 pada skala vernier. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,3 mm atau 0,03 cm. Untuk mendapatkan hasil pengukuran akhir, tambahkan kedua nilai pengukuran diatas. Sehingga hasil pengukuran diatas sebesar 21 mm + 0,3 mm = 21,3 mm atau 2,13 cm. Contoh Soal Jangka Sorong Contoh Soal 1 Tentukan hasil pengukuran pada gambar diatas dalam satuan centimeter. Solusi Pembacaan skala utama= 10 cm angka 10 persis bersebrangan dengan angka nol pada skala vernier disebelah kanannya. Pembacaan skala vernier/ skala nonius= 0,02 cm garis kedua setelah nol pada skala vernier tepat lurus dengan garis diatasnya. Jadi, hasil pengukuran pada gambar di atas = 10 cm + 0,02 cm = 10,02 cm Atau 100,2 mm. Contoh Soal 2 Suatu baut panjangnya diukur dengan menggunakan jangka sorong dengan skala utama centimeter seperti yang dapat dilihat pada gambar diatas. Tentukan hasil perhitungan akhir dari pengukuran diatas dalam satuan milimeter. Solusi Pembacaan skala utama= 1,1 cm atau 11 mm terdapat satu garis setelah angka 1 pada skala utama yang persis bersebrangan dengan angka nol pada skala vernier disebelah kanannya. Pembacaan skala vernier/ skala nonius= jika dilihat dengan seksama, garis pada skala vernier yang tepat lurus dengan garis diatasnyamerupakan garis antara 6 dan 7. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,65 mm. Didapat, hasil pengukuran panjang baut adalah 11 mm + 0,65 mm = 11,65 mm Atau 1,165 cm. Jangka Sorong Analog dan Digital Jangka sorong diatas merupakan jenis alat pengukuran konvensional pada umumnya atau biasa disebut jangka sorong manual karena hasil pengukurannya harus dihitung sendiri secara manual. Selain jenis seperti diatas, terdapat dua jenis lainnya, yaitu jangka sorong analog dan digital. Kedua jenis ini tidak memerlukan perhitungan manual seperti jangka sorong manual karena hasil pembacaan pengukuran pada kedua alat tersebut langsung ditampilkan pada tampilan pembaca analog dan digital enak ya 🙂 . Akan tetapi, kedua jenis alat ini membutuhkan perhatian khusus dalam penggunaan dan perawatannya jangan sampai terjatuh, nanti bisa rusak. Sumber gambar Kontributor Ibadurrahman Mahasiswa S2 Teknik Mesin FT UI Materi lainnya Kesetimbangan Benda Tegar Listrik Statis Gerak Parabola
PertanyaanHasil pengukuran diameter cincin menggunakan jangka sorong diperoleh data 1,88 cm. Data hasil pengukuran yang dilaporkan adalah...Hasil pengukuran diameter cincin menggunakan jangka sorong diperoleh data 1,88 cm. Data hasil pengukuran yang dilaporkan adalah... YMY. MaghfirahMaster TeacherJawabanjawaban yang tepat adalah yang tepat adalah sorong adalah sebuah alat ukur yang mampu mengukurdiameter dalam maupun diameter luar sebuah objekdengan akurasi yang sangat baik. Terdapat 2 jenis skala pada jangka sorong, yaitu skala utama dan skala nonius. Dalam menuliskan hasil pengukuran jangka sorong, ditulis pula nilai ketidakpastiannya yaitu 0,005 cm. Dengan demikian, hasil pengukuran yang dilaporkan adalah . Jadi, jawaban yang tepat adalah sorong adalah sebuah alat ukur yang mampu mengukur diameter dalam maupun diameter luar sebuah objek dengan akurasi yang sangat baik. Terdapat 2 jenis skala pada jangka sorong, yaitu skala utama dan skala nonius. Dalam menuliskan hasil pengukuran jangka sorong, ditulis pula nilai ketidakpastiannya yaitu 0,005 cm. Dengan demikian, hasil pengukuran yang dilaporkan adalah . Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!5rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!ARAqila Rizqi Kamilia Makasih ❤️ Ini yang aku cari! Pembahasan lengkap banget Mudah dimengerti
Halo adik-adik, udah tahu belum cara menggunakan jangka sorong? Nah, kebetulan banyak banget nih bertanya "Gimana sih kak cara menggunakan jangka sorong?" Daripada kakak jelasin ke mereka satu per satu, mending kakak buatkan saja materi ini supaya bisa dibaca banyak orang. Sebenarnya, kakak baru aja menuntaskan satu materi tentang jangka sorong yang membahas seputar bagian-bagian dari alat ukur ini. Di dalamnya, kakak menguraikan semua bagian penting jangka sorong beserta fungsi. Kalian bisa membacanya di sini Bagian Bagian Jangka Sorong. Di dalam materi tersebut, kakak juga singgung sedikit langkah-langkah penggunaan jangka sorong untuk tiga jenis pengukuran, yaitu diameter dalam, diameter luar, dan kedalaman benda. Nah, di dalam materi ini kakak akan menjelaskannya lagi secara lebih rinci. Baiklah, kakak mulai saja materinya... Cara Menggunakan Jangka Sorong Materi cara menggunakan jangka sorong ini kakak bagi menjadi dua bagian. Bagian pertama kakak sebut sebagai tahap persiapan, sedangkan bagian kedua kakak sebut sebagai tahap pengukuran. 1. Tahap Persiapan Pada tahap persiapan ini, hal-hal yang harus dilakukan adalah Ketahui Bagian-Bagian Jangka Sorong Alat ukur jangka sorong memiliki dua rahang, yaitu rahang atas dan rahang bawah. Rahang atas digunakan untuk mengukur diameter sisi dalam benda, sedangkan rahang bawah digunakan untuk mengukur diameter sisi luar benda. Pada bagian ekor, terdapat tungkai yang bisa diatur panjang pendeknya. Bagian ini berfungsi untuk mengukur kedalaman rongga atau celah benda. Selain itu, jangka sorong memiliki dua jenis skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Pahami Skala Jangka Sorong Sebelum menggunakan jangka sorong, pastikan kalian telah memahami skala alat ukur ini. Secara umum, jangka sorong memiliki dua jenis skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala utama terletak pada batang utama jangka sorong yang tersambung dengan rahang tetap. Beberapa jenis jangka sorong, skala utamanya dinyatakan dengan dua satuan, yaitu mm/cm dan inci. Skala nonius jangka sorong terletak pada rahang geser atas dan bawah. Umumnya, skala nonius memiliki 2 satuan, yaitu pertama, satuan mm pada rahang bawah sejajar dengan satuan mm/cm skala utama dan kedua, satuan inci pada rahang atas sejajar dengan satuan inci skala utama. Kenali Ketelitian Jangka Sorong yang akan Digunakan Langkah selanjutnya sebelum menggunakan jangka sorong adalah kenali ketelitian jangka sorong yang akan digunakan. Penting diketahui, ada 3 jenis ketelitian jangka sorong yang saat ini sering dipakai dalam proses pengukuran, yaitu 0,1 mm, 0,05 mm, dan 0,02 mm. Masing-masing jangka sorong tersebut bisa dikenali dari jumlah garis pada skala nonius. Jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm memiliki 10 garis skala nonius, artinya satu garis dengan garis berikutnya pada skala nonius berjarak 0,1 mm. 0,05 memiliki 20 garis skala nonius, artinya satu garis dengan garis berikutnya pada skala nonius berjarak 0,05 mm. 0,02 memiliki 50 garis skala nonius, artinya satu garis dengan garis berikutnya pada skala nonius berjarak 0,02 mm. Kendurkan Sekrup Pengunci Jangka Sorong Jangka sorong pada umumnya dilengkapi dengan sekrup pengunci. Sebelum memulai pengukuran, kendurkan pengunci tersebut dengan cara memutarnya ke kiri berlawanan arah jarum jam. Putar sekrup ke arah sebaliknya searah jarum jam untuk mengencangkannya kembali. Atur Rahang Di Posisi Nol Sebelum melakukan proses pengukuran, sebaiknya atur rahang pada posisi nol dengan cara merapatkan kedua rahang, dorong rahang geser menuju rahang tetap. Langkah ini berguna untuk mengetahui keakuratan alat, apakah masih menunjuk di titik nol atau tidak. Tujuannya adalah untuk menghindari kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh alat. Siapkan Benda yang Akan Diukur Sebelum memulai pengukuran, siapkan benda yang akan diukur. Bersihkan benda dari segala kotoran yang menempel agar tidak mengganggu kontak alat dengan benda. Hal ini bertujuan agar hasil pengukuran yang didapatkan presisi dan akurat. 2. Tahap Pengukuran Setelah keseluruhan tahap di atas sudah dilaksanakan, maka pengukuran bisa dimulai. Berikut ini adalah cara menggunakan jangka sorong untuk mengukur diameter dalam, diameter luar, dan kedalaman benda Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Diameter Luar Benda Untuk melakukan pengukuran diameter luar benda dengan jangka sorong, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Geserlah rahang bawah geser jangka sorong ke kanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang antara rahang geser dan rahang tetap Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang. Geserlah rahang geser ke kiri sedemikian sehingga benda yang akan diukur terjepit oleh kedua rahang. Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi. Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius. Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Diameter Dalam Benda Untuk melakukan pengukuran diameter dalam benda dengan jangka sorong, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Sesuaikan lebar rahang atas dengan menggeser rahang geser ke kiri atau ke kanan agar bisa dimasukkan ke dalam rongga benda yang akan diukur. Masukkan rahang atas ke dalam rongga benda. Geserlah rahang geser ke kanan sedemikian sampai menyentuh sisi dalam benda ukur. Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi. Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius. Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Kedalaman Benda Untuk melakukan pengukuran kedalaman benda dengan jangka sorong, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Sesuaikan panjang pendek tungkai ukur kedalaman dengan menggeser rahang geser ke atas atau ke bawah. Masukkan tungkai ukur kedalaman ke dalam lubang/rongga benda yang akan diukur. Atur kembali panjang pendek tungkai sampai dirasa pas sambil mengatur posisi vertikal jangka sorong, pastikan berdiri tegak, tidak miring. Putar sekrup pengunci agar tungkai tidak bergerak lagi. Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius. Cara Membaca dan Menghitung Hasil Pengukuran Jangka Sorong Ingat, ada dua 2 skala yang harus dibaca, yaitu skala utama dan skala nonius. Berikut ini caranya Tentukan Nilai pada Skala Utama Untuk membaca hasil pengukuran jangka sorong, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca nilai yang ditunjukkan pada skala utama. Cara menentukannya adalah perhatikan garis skala utama yang sejajar atau berimpit dengan garis nol 0 pada skala nonius, maka itulah nilai atau angka skala utama. Apabila tidak ada yang pas sejajar/berimpit, maka carilah garis skala utama yang paling sejajar/berimpit dengan garis nol skala nonius tersebut. Tentukan Nilai pada Skala Nonius Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai pada skala nonius. Carilah garis pada skala nonius yang tepat berimpit dengan salah satu garis pada skala utama, maka itulah nilai skala nonius. Jika tidak ada yang tepat berimpit, maka carilah garis skala nonius yang paling berimpit dengan garis skala utama. Gabungkan Nilai Skala Utama dan Skala Nonius Jumlahkan nilai skala utama dan skala nonius, maka didapatlah hasil akhir pengukuran. Gimana adik-adik, udah paham kan materi cara menggunakan jangka sorong ini? Nah, materi tentang jangka sorong akan kakak lanjutkan di kesempatan berikutnya. Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
dalam pengukuran dengan menggunakan jangka sorong diperoleh ukuran diameter